Jumat, 22 Desember 2017

10


Pertengahan Agustus 2016, koran lokal Bandung, mengabarkan tentang program Lumbung Desa. Ada peluang bagi 10 desa untuk mengikuti program tersebut. Tersisa waktu 3 hari (13-15 Agustus 2016), hingga pendaftaran dan pengajuan proposal. Sabtu pagi hingga sore, saya optimalkan dengan pengumpulan data, pengamatan berbagai potensi lokal melalui wawancara singkat dan pengambilan gambar di beberapa titik. Malamnya diskusi dengan kepala desa beserta perangkatnya. Disampaikan dokumen draft  untuk pengajuan program Lumbung Desa (hasil kebut semalam pada hari Jumat). Ahad pagi hingga siang, dilanjutkan kembali pengamatan kondisi dan potensi lokal. Hari berikutnya, 14 Agustus 2016, dokumen selesai dan diterima oleh pihak Sinergi Foundation.

Penghujung Agustus 2016, pihak Sinergi Foundation mengundang 30 orang perwakilan dari setiap desa untuk mengikuti Seminar dan Visiting selama tiga hari. Peserta sebagian besar dari Jawa Barat. Peserta lainnya dari Jawa Tengah, Yogya, Jawa Timur, Riau dan Sulawesi. Kegiatan seminar selama dua hari, diisi beberapa narasumber, yaitu : Ahmad Erani Mustika (Kemendes), Erie Sudewo (Pendiri Sinergi Foundation), Ibu Ina (Ina Cookies), Bapak Jodi Iswanto (Penggerak Lumbung Desa di Cianjur), M. Yayan Royan (Praktisi/Kelompok Tani dari Tasik), Hastjarjo (Desain Tata Ruang), dan Baban Sarbana (Pendiri Yatim Online). Hari ketiga seluruh peserta mengikuti visiting ke Lumbung Desa Cigalontang di Kabupaten Tasikmalaya, melihat capaian/kegiatan Lumbung Desa Cigalontang yang mulai berdiri sejak tahun 2015.

Pada 1 November 2016, pihak Sinergi Foundation melakukan survey ke Desa Ciwangi. Diterima oleh Sekretais Desa dan Kepala Dusun, kunjungan dilanjutkan ke kampung Poronggol RW 7 untuk menggali berbagai informasi tentang kegiatan kelompok tani. Jelang sore, tim dari Sinergi Foundation kembali ke Bandung. Dua minggu kemudian, informasi dari tim survey menyatakan bahwa Desa Ciwangi tidak siap untuk menjalankan program Lumbung Desa. Sementara waktu, hasil itu diterima. Tapi beberapa hari kemudian, muncul sebuah keyakinan bahwa masyarakat Desa Ciwangi akan berada di suatu titik dengan kondisi yang siap untuk menerima dan menjalankan program Lumbung Desa.


Berikutnya dilakukan loby ke pihak Sinergi Foundation dengan mengajukan skema tahapan penyiapan masyarakat untuk menjalankan program Lumbung Desa. Penyiapan masyarakat direncanakan dalam 8 kali pertemuan/kegiatan yang kemudian berkembang menjadi 10 kali pertemuan, yaitu : 1. Sosialisasi, 2. Membangun Visi, 3. Membentuk Kelompok, 4. Pemetaan, 6. Survai Kampung Sendiri, 6. Kajian dan Analisa 5 Aset, 7. Pembelajaran Lumbung Desa Cigalontang, 8. Perumusan Program, 9. Prioritasi dan Rencana Aksi, 10. Musyawarah Desa dan Pembentukan Lumbung Desa. Tahapan tersebut diadopsi dari pembelajaran Siklus P2KP/PMPM/Kotaku. Pihak Sinergi Foundation memfasilitasi pembiayaan dalam tahapan penyiapan tersebut. Pembiayaan dikelola bersama dan dialokasikan untuk konsumsi, ATK, kaos peserta, stiker dan spanduk Kelompok Tani (Poktan). Poktan pun berswadaya dalam setiap pertemuan.

Pertemuan dilaksanakan setiap minggu di akhir pekan, hari Sabtu atau Ahad. Pertemuan dimulai awal Januari hingga akhir Maret 2017. Pertemuan sempat tertunda tiga kali karena ada kegiatan di masyarakat, antara lain kegiatan ulang tahun kabupaten Garut. Pertemuan diikuti oleh dua hingga empat orang perwakilan dari setiap kampung. Pertemuan umumnya dilaksanakan di madrasah yang berdekatan dengan masjid, dan dilaksanakan bergilir di setiap kampung yang terdapat di tiga dusun. Pertemuan diisi materi sesuai tema, diselingi tayangan film motivasi, permainan, nyanyian, aksi bersih-bersih di sekitar tempat pertemuan dengan GPS (Gerakan Pungut Sampah), penanaman pohon, makan siang bersama, sholat berjamaah dan doa. Dalam beberapa kali pertemuan, peserta yang rajin dan disiplin mendapat hadiah berupa kalender, buku, pulpen, atau makanan/minuman. Dalam pertemuan ke-10, dipilih dua peserta yang paling rajin dan mendapat hadiah berupa dana pembinaan.

Pada pertemuan pertama, seluruh peserta membacakan teks deklarasi, berkomitmen untuk menjalankan program Lumbung Desa sebagai satu upaya untuk mengubah dan memajukan Desa Ciwangi. Dalam pertemuan berikutnya dikuatkan kembali, bahwa pertemuan yang sedang dan akan dijalani hingga tuntas, tidak semata dipandang dan dinilai sebagai persiapan untuk mendapatkan program Lumbung Desa. Di akhir pertemuan, setiap peserta mendapat tugas atau PR yang harus dikerjakan oleh peserta beserta poktan di kampungnya. Dalam pertemuan ke-9, peserta diberi amanah untuk menyampaikan titipan dari donasi berupa bantuan pengadaan Al-Qur’an, buku Iqro, buku Doa, buku cerita dan majalah anak-anak untuk disampaikan ke pengurus masjid. Sementara di pertemuan ke-10, setiap peserta diberi amanah berupa bantuan bibit tanaman dan pupuk serta spanduk poktan.

Selepas pertemuan di tingkat desa, setiap peserta menyampaikan hasilnya dalam  pertemuan di kampungnya.  Dalam pertemuan tersebut, muncul beberapa gagasan yang kemudian direalisasikan bersama masyarakat. Beberapa kegiatan yang sudah dan sedang dilaksanakan dari Januari 2017 hingga saat ini, antara lain : mengaktifkan kembali penghimpunan bantuan sosial untuk warga berupa beras (RW 3,5, dan 11),  gotong royong, pembuatan nama jalan/gang (RW 3 dan 11), pemasangan lampu jalan/gang (RW 8), kegiatan pra bank sampah (RW 1 dan 8), membersihkan jalur dan sumber mata air (RW 1 dan 5), membantu mengolah sawah (RW 3 dan 5), penghijauan (RW 3 dan 5), rehab rumah (RW 1, 2, 3, 5 dan 8, pendirian SD/MA (RW 7), pembuatan saung poktan (RW 1 dan 5), penghimpunan pembayaran listrik (RW 2, 5 dan 8), dan rehab masjid (RW 1, 3, 5, dan 10). Saat ini sedang dirintis rehab masjid di RW 4 dan 8, serta perbaikan saluran air di RW 5.

Selepas terbentuknya pengurus Lumbung Desa, pihak Sinergi Foundation melanjutkan pendampingan dengan kunjungan secara berkala. Hasil dari beberapa kunjungan yang dimulai di awal April 2017, akhirnya di bulan Juli 2017 disepakati 3 poktan yang mendapatkan bantuan pertama dari Sinergi Foundation, yaitu Poktan Saluyu (RW 1 Dusun 1) senilai 32 juta, Sejahtera (RW 5 Dusun 2) senilai 25 juta dan Poktan Kerta Rahayu (RW 7 Dusun 3) senilai 14 juta. Ketiga Poktan tersebut dinilai dari Tiga A, yaitu Absen, Akses dan Aksi. Absen berkaitan dengan tingkat kehadiran poktan dalam setiap pertemuan, Akses berhubungan dengan komunikasi di internal poktan dan tingkat desa, serta Aksi berkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan poktan (pertemuan rutin, tabungan, peduli lingkungan, sedekah, dll).

Bantuan dana digunakan untuk pengadaan sarana dan peralatan pertanian, benih padi dan pupuk.  Bantuan tersebut harus bergulir dan dikembangkan untuk masyarakat di RW masing-masing. Bantuan diterapkan secara syar’i.  Poktan memberikan pelayanan terhadap anggota poktan dan petani di luar poktan. Tidak ada bunga atas pinjaman berupa benih atau pupuk. Sementara untuk penjualan, diberikan harga yang lebih rendah dari harga pasar atau minimal sama dengan toko di desa. Laba yang dihasilkan, dialokasikan untuk operasional, tambahan modal dan sedekah. 

Pendampingan terus dilakukan oleh Sinergi Foundation dengan tahapan Persiapan, Pra Lumbung Desa, Lumbung Desa, Pengembangan Lumbung Desa, Desa Mandiri, dan Desa Wisata. Pendampingan antara lain dilakukan dalam kunjungan secara periodik dan menetap 1-2 hari di lokasi Poktan. Pihak Sinergi Foundation juga telah menyalurkan bantuan Bingkisan Lebaran untuk Petani dan Bantuan Kambing Kurban yang dikerjasamakan dengan pengurus lumbung desa dan poktan.