Rabu, 06 Januari 2016

Papan Kotak Angka






Keinginan untuk memberikan hal yang berbeda dan lebih, bahkan kalau bisa memberikan hal yang terbaik, kiranya selalu tertanam mendalam pada sanubari kita. Mengeluarkan semua daya dan potensi yang dimiliki dalam setiap kesempatan, adalah bagian dari upaya untuk mengasah, mengokohkan dan menajamkan sebuah perbuatan baik. Menancapkan niat yang banyak dalam setiap kegiatan, adalah awal untuk tumbuh ikhlas dan lapang dada terhadap proses yang berlangsung dan hasil yang dapat diraih serta dampak yang akan ditimbulkannya. Salah satunya, kita terapkan dalam kegiatan pelatihan masyarakat (pelmas) atau dengan bahasa kekinian disebut PKM (Peningkatan Kapasitas Masyarakat).

Berbekal pembelajaran yang diperoleh bersama penggiat di Studio Driya Media (SDM), sebuah lembaga di Bandung yang bergerak dalam bidang pendidikan, pelatihan dan penelitian, dipadupadankan dengan sebuah media permainan bertema lingkungan yang dicetak oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) dan media bantu FGD yang digagas Konsultan Monitoring dan Evaluasi (KME), pada tahun 2015, maka lahirlah Papan Kotak Angka yang saya siapkan sebagai media bantu dalam kegiatan PKM di dampingan Tim 6, 12 dan 17 Kota Bandung. Sebuah nama yang mungkin belum pas. Disebut Ular Tangga tidak bisa karena tidak ada ular dan juga tidak ada tangganya. Perintahnya juga bukan naik atau turun, melainkan maju atau mundur. Ada ide?

Papan Kotak Angka ini terdiri dari 5 kotak mendatar dan 7 kotak menurun, total 35 kotak yang berisi angka dan kalimat. Kotak yang berisi angka berwarna biru muda, sementara kotak yang berisi kalimat, berwarna merah untuk kondisi negatif dan berwarna hijau untuk kondisi positif. Warna kuning disematkan di “Kotak Mulai”. Sementara “Kotak Selesai” bernuansa biru tua. Warna hitam dikhususkan untuk angka dan huruf. Semuanya hanya pilihan warna saja. Anda mau warna yang berbeda? 

Cita-citanya ingin ada gambar dalam setiap kotak yang berisi kalimat. Sudah dipilah dan dipilih beberapa gambar yang ada pada beberapa file bahan pelatihan waktu masih aktif sebagai fasilitator hingga koorkot. Tapi tidak cukup keahlian untuk melakukannya. Maka, biarlah untuk sementara waktu, hanya berisi angka dan kalimat. Mudah-mudahan ada pihak yang berkenan untuk memperkaya dan melengkapi media bantu ini. Bukan hanya soal gambarnya, tapi juga tentang muatannya. Buka hanya terbatas pada tupoksi UP dan sekretaris, melainkan bisa digagas juga sebagai media bantu untuk kegiatan/program lainnya.

Pelaksanaan 1.
Penggunaan pertama kali media bantu Papan Kotak Angka, terlaksana dalam Pelatihan Penguatan UP dan Sekretaris Tim 6 Kota Bandung pada Minggu, 20 Desember 2015. Papan Kotak Angka dibuat H-1. Materinya fokus dengan bahasan Mediawarga. Materi diikuti oleh seluruh peserta dengan jumlah kurang lebih 40 orang. Begitu tiba di lokasi pelatihan, hal pertama yang menjadi perhatian adalah bagaimana menjalankan permainan Papan Kotak Angka itu dengan peserta yang banyak. Ketika diminta duduk di depan, di hadapan seluruh peserta, pikiran berikutnya adalah, bagaimana cara mengikutsertakan seluruh peserta dalam permainan tersebut. Dadu dan pion hanya tersedia 2 buah. Sementara tempat kocokan hanya ada 1 buah. Lembar permainan Papan Kotak Angka aman, tersedia 5 lembar.

Langkah dimulai dengan membagi seluruh peserta dalam 5 kelompok. Hanya dua kelompok yang mendapat dadu dan pion. Tiga kelompok lainnya, dadu diganti dengan 6 lembar lipatan kertas kecil yang berisi angka 1 sampai dengan angka 6  dan pion diganti dengan tutup pulpen. Secara bergilir, setiap kelompok diberikan arahan.  Ketika pion menginjak kotak yang berisi kalimat, setiap kelompok berdiskusi untuk memberikan tanggapan.  Setiap tanggapan ditulis oleh salah satu peserta. Setelah 60 menit, permainan dinyatakan closed. Selanjutnya perwakilan dari setiap kelompok memaparkan hasil diskusinya.  Paparan setiap kelompok langsung ditayangkan dengan media bantu infocus.

Dalam pelaksanaan pertama, setiap kelompok dapat mencapai “Kotak Selesai”. Umumnya lemparan dadu atau pilihan angka, jatuh di "Kotak Angka”, kotak yang tidak memuat kalimat/pernyataan. Sekilas dari hasil pengamatan, ada sebagian peserta yang ingin cepat selesai dengan cara menghindari “Kotak Kalimat”. Lieur, katanya. Kesimpulan dari pelaksanaan 1 : kurang memuaskan.

Pelaksanaan 2.
Lepas dari pelatihan dampingan Tim 6, berikutnya bergerak ke dampingan Tim 12. Pelatihan penguatan UPS dampingan Tim 12 dilaksanakan di aula kelurahan Arjuna kecamatan Cicendo yang diikuti 8 orang UPS perwakilan dari 4 kelurahan. Peserta duduk melingkar, sementara di tengah lingkaran, di atas sebuah kursi, diletakkan selembar Papan Kotak Angka, sebuah dadu, sebuah pion dan wadah untuk kocok dadu.

Permainan dimulai setelah disampaikan aturan mainnya. Seorang ibu mengocok dadunya. Kemudian ia langkahkan pionnya. Ahaaaa.....pionnya menginjak “Kotak Kalimat”. Ibu tadi saya cekoki beberapa pertanyaan sesuai tema yang tercantum dalam kalimat tersebut. Selepas ibu itu, pertanyaan berikutnya saya ajukan pada peserta berikutnya secara berurut. Di lain kesempatan, diajak peserta untuk memberikan tanggapan berupa sanggahan atau pendalaman terhadap jawaban yang sudah disampaikan peserta sebelumnya. Tak ketinggalan di akhir bahasan dari 1 “Kotak Kalimat”, disampaikan penguatan/penajaman. Tampak beberapa peserta mencatat jawaban dari peserta lainnya.

Tak terasa, waktu 1 jam berlalu.  Canda dan tawa hadir dalam riungan tersebut. Sesekali tawa meledak cukup keras, manakala dadu memerintahkan pion untuk mundur beberapa langkah dari kotak sebelumnya. Kesimpulan pelaksanaan ke-2 : memuaskan.

Pelaksanaan 3.
Semula pelatihan di Tim 17 pada 29 Desember 2015, akan dilepas. Tapi menjadi sebuah tantangan tersendiri. Tantangan yang mengasyikkan. Sangat layak untuk dituntaskan. Apalagi sudah deal. Sudah berjanji untuk hadir. H-1, materi dikebut. Media bantu Papan Kotak Angka direvisi. Disiapkan 2 jenis Papan Kotak Angka. Alhamdulillah, rengse.

Pelatihan yang dilaksanakan di SDN Cigondewah Kaler, diikuti lebih dari 30 orang. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Di sebelah kiri, duduk berbaris perwakilan dari UPK dan sekretaris. Tampilannya cukup sejuk dan damai. Seorang pria menjadi satu-satunya peserta paling kasep di barisan tersebut. Sementara di sebelah kanan dengan jumlah yang lebih banyak, duduk berbaris UPL dan UPS. Tampilannya cukup mengejutkan dan siap menerkam lawan.

Dadunya gimana? Dalam 1 lembar kertas, dibuat 6 kotak yang berisi angka 1 hingga angka 6. Kertas tersebut ditempel di lantai di hadapan barisan kelompok. Setiap barisan/kelompok menyiapkan sebuah koin bernilai 500 rupiah. Koin dilemparkan ke kertas tersebut. Jika jatuh di kotak angka 3, maka jadilah dadu dengan angka 3. Bagaimana dengan pionnya? Seorang peserta diminta menjadi pion. Peserta tersebut akan berjalan di atas 35 ubin lantai, kalau sempat tuntas dan mencapai “Kotak Selesai”. Tiga puluh lima ubin lantai ditempeli lakban yang sudah diberi nomor 1 hingga 35. Langkah berikutnya, infocus siap menayangkan lembar Papan Kotak Angka sebagai panduan.

Permainan dimulai, eh....pelatihan.  Kelompok UPK dan sekretaris mengawali pelatihan. Koin dilempar. Jatuh di angka 4. Peserta yang bertugas menjadi pion, sekretaris BKM kelurahan Cibuntu, bergerak maju menuju ubin yang berlabel angka 4. Peserta memperhatikan lembar Papan Kotak Angka, ternyata ada kalimat di kotak angka 4. Sepuluh pertanyaan, beberapa di antaranya sudah disiapkan terlebih dahulu, langsung diajukan pada kelompok UPL dan UPS.

Demikian terus berlanjut. Koin dilempar, sebuah angka terpilih. Sang pion bergerak. Pertanyaan diajukan. Jawaban pun meluncur. Ada yang kurang sigap dalam menyiapkan pertanyaan, muncullah pertanyaan apa adanya agar kuota 10 pertanyaan terpenuhi. Ada yang kebingungan untuk memberikan jawaban, hadirlah “haha hihi” dan teriakan “huuuuuu”. Sang pion letih berdiri, kursipun diberikan.

Ketika kumandang adzan Dhuhur bergema, permainanpun dihentikan. Berikutnya disampaikan penjelasan dari beberapa “Kotak Kalimat” yang tidak terbahas. Juga pendalaman dari “Kotak Kalimat”  yang sudah terbahas. Kesimpulan pelaksanaan ke-3 : cukup puas.

Pelaksanaan 4.
Mudah-mudahan Anda berkenan untuk mencobanya. Media bantu ini, silakan dikoreksi, dilengkapi dan disempurnakan. Agar makin menarik minat peserta dan makin asyik pelatihannya. Moga bermanfaat. Terima kasih.