Sabtu, 18 Januari 2014

Alaman Bolak

Luasnya 20 m x 60 m. Berada persis di tengah kota, diapit jalan Jendral Sudirman. Lokasinya lebih tinggi 1 m daripada badan jalan. Membentang dari arah timur ke barat. Di kedua sisi memiliki lahan parkir yang luasnya sama. Dan di kedua sisi setelah lahan parkir, sama-sama berdiri tugu yang memiliki air mancur. Kedua tugu sama-sama memiliki 3 tiang. Disebut Alaman Bolak, memiliki arti sebagai tempat yang memiliki halaman luas. Mulai dibangun pada 31 Desember 2001 dan diresmikan pada 31 Desember 2004 oleh Walikota Padangsidimpuan, Drs. Zulkarnaen Nasution, MM yang memiliki gelar Sutan Iskanadar Muda.

Di setiap tiang gapura terpasang prasasti terbuat dari keramik. Pada Tiang kanan dan kiri bagian timur bertuliskan : Peresmian Alaman Bolak oleh Walikota Padangsesember 2004 dan Kota Padangsidimpuan Didirikan Berdasarkan UU RI No.4, tanggal 21 Juni 2001 - Diresmikan Mendagri pada 17 Oktober 2001. Tanggal peresmian itulah yang dijadikan hari jadi Kota Padangsidimpuan.

Sementara di bagian barat, tiang gerbang sebelah kanan memiliki dua prasasti. Prasasti di bagian depan bertuliskan pesan Walikota Padangsidimpuan dalam bahasa Tapanuli, yaitu : Tona tu naposo bulung. Sude ale dolihuyom mida ho. Di ari na humara hos. Napa nian tompuhon di di ho aso ulang ho humolos. Pesan tersebut kemudian disadur dalam Bahasa Indonesia :

Pesan kepada generasi muda dari Walikota Padangsidimpuan, gelar sutan iskandar muda.
Semua tersenyum dan bangga melihat kamu wahai generasi muda.
Pada pagi hari menjelang siang yang cerah ini.
Semoga kepada generasi muda mendapatkan kemudahan-kemudahan bagimu.
Supaya kami janganlah meminta-minta.
Janganlah bermalas-malas agar tidak menjadi pengemis.

Pesan tersebut disampaikan dalam rangka peringatan Hari sumpah pemuda ke-77 pada 28 Oktober 2005. Sedangkan di tiang kiri memiliki prasasti yang bertuliskan sebuah puisi singkat yang dibuat oleh Walikota Padangsidimpuan pada tanggal 31 Desember 2001 :

“Langkah Pertama”
Kurenung sampai ke lubuk hati yang terdalam.
Diayun langkah dengan mata nanar.
Meninggalkan desa menjelajah belantara.
Menuju kota yang damai nan indah.
Berkat tekad dan doa kita semua.
Terwujud jua.

Memasuki area Alaman Bolak, kita akan menaiki 5 anak tangga dan pintu gerbang yang bertuliskan “ALAMAN BOLAK PADANG NADIMPU – KOTA PADANGSIDIMPUAN”. Di seluruh sisi, dipagari besi pipa berwarna hijau dengan tembok berwarna pink. Di setiap sisi luar tersedia sedikit ruang yang berfungsi sebagai pot tanaman. Di area Alaman Bolak, kita akan berdiri di atas paving berwarna merah bata yang bersusun membentuk lingkaran.

Keberadaan Alaman Bolak sangat strategis dan dapat digunakan untuk beragam kegiatan. Setiap minggu pagi, digunakan untuk senam massal. Kegiatan lain yang sering digelar adalah pentas musik, pameran, kegiatan olah raga, orasi politik dan berbagai upacara. Segala produk dari berbagai merk berlomba memamerkan dirinya agar dapat dilirik masyarakat. Saat ini, seluruh lampu hias dikuasai oleh sebuah iklan rokok, sedangkan berbagai atribut parpol peserta pemilu 2009 berjejer di tembok pembatas area parkir.

Alaman Bolak di tengah kota. Hati ikhlas berlapang dada.

dalihan natolu
kompasiana

alaman bolak



Jumat, 17 Januari 2014

Banjir di Bekasi

Memasuki 2013, banjir menjadi tagline dan headnews di setiap media. Hampir 1 minggu, banjir di Jakarta jadi tayangan primetime di beberapa tv nasional. Musibah banjir di Indonesia (bukan hanya Jakarta yang kena banjir,lho), mengalahkan gempitanya Obama yang kembali naik jadi presiden. Di belahan bumi PNPM, banjir menenggelamkan riuhnya proses mutasi beberapa personil. Ya, banjir ada di mana-mana. Menjebak orang di berbagai lokasi, mengurung kendaraan di beberapa titik dan menunda kegiatan yang sudah terjadwal.

Banjir juga menimpa Kota Bekasi. Terdapat beberapa titik lokasi banjir yang tersebar di 8 kecamatan dari total 12 kecamatan. Kiriman air dari Bogor yang sudah terjadi sejak Senin malam (14 Januari 2013), semakin memuncak pada hari Rabu (16 Januari 2013) sehingga debit air di Kali Bekasi mencapai 280.722 meter kubik per detik (Koran Radar Bekasi).

Lokasi banjir umumnya terdapat di perumahan, yaitu Perumnas 1 (Kranji), Perumnas 2 (Kayuringin), Perumnas 3 (Durenjaya), Kemang, Pondokgede Permai (Jatirasa) dan lokasi lainnya. Tidak sedikit juga wilayah non perumahan yang terkena banjir, antara  lain Kampung Rawa Panjang kelurahan Sepanjang kecamatan Rawa Lumbu dan Kampung Rawa Tembaga kelurahan Margajaya kecamatan Bekasi Selatan.
Kedua kampung tersebut merupakan Daerah Aliran Sungai Kali Bekasi sekaligus terusan dari Sungai Cikeas dan Cileungsi. Kampung Rawa Panjang pernah dikunjungi KBP tahun 2011, tepatnya RT 5 RW 4. 

Masyarakat di Kampung Rawa Panjang menelurkan PSM (Program Swadaya Masyarakat) Warga Jaya. PSM Wargajaya merupakan transformasi dari KSM yang sebelumnya melaksanakan kegiatan rutilahu. Melalui berbagai kegiatan, PSM Wargajaya terus bergerak, mengawal perbaikan dan peningkatan pembangunan di wilayahnya, baik melalui PNPM MP maupun P3BK (Program Pembangunan Partisipatif Berbasis Komunitas).  Saat banjir datang dan memang sering datang, meskipun tidak ada hujan, PSM Wargajaya bergerak mendirikan Dapur Umum.

Berbekal informasi dari Tim 5 yang mendampingi kelurahan Sepanjangjaya, Forum Fasilitator mengajak seluruh personil PNPM Kota Bekasi untuk melakukan bakti sosial. Pada Senin, 21 Januari 2013, bertempat di sekretariat PNPM, dilakukan rembug dan pengumpulan dana. Selain bersumber dari dana ZIS Forum dan sumbangan secara langsung, terkumpul dana sejumlah Rp. 1.000.000.

Berdasarkan kebutuhan warga di lokasi banjir, dana tersebut digunakan untuk membeli beras, mie instan, kue kering, susu dan kebutuhan lainnya. Selanjutnya seluruh bantuan dibawa ke lokasi pada  pukul 15.45 WIB dengan 10 motor. Iring-iringan personil PNPM terhenti di sebuah Dapur Umum (sebelumnya lokasi Dapur Umum terendam hingga 40 cm). Rombongan disambut Warnadi, Ketua PSM Wargajaya. Tanpa seremoni, bantuan langsung diserahkan dan disimpan di rumah warga yang menjadi pusat logistik dari Dapur Umum tersebut.

Setelah terjadi obrolan, Tim PNPM diajak untuk meninjau lokasi banjir yang berdekatan dengan Kali Bekasi. Tim melihat endapan lumpur dan tumpukan sampah di kanan kiri gang. Tampak juga tumpukan karung yang dijadikan tanggul, dinding rumah yang masih kotor, buku-buku yang sedang dijemur, kursi rusak, deretan roda penjual mainan yang baru dibersihkan dan berbagai barang lainnya yang masih berwarna coklat. Tim tidak dapat mencapai bibir Kali Bekasi karena endapan lumpur masih cukup tinggi. Rutilahu yang dibangun KSM, saat ini dalam kondisi kosong.

Hasil diskusi dengan warga, solusi untuk Kampung Rawa Panjang, selain dilakukan pengerukan dan pembuatan siphon, adalah peninggian tanggul Kali Bekasi yang dapat difungsikan sebagai jalan dan dapat dilalui kendaraan. Penataan Kali Bekasi mesti menyeluruh agar musibah banjir tidak terulang lagi sehingga energi berikutnya bisa digunakan untuk pembangunan lainnya.

Sore itu, kami menemukenali 1 upaya lain untuk menghijaukan rumput di halaman sendiri. Upaya untuk terus mengasah hati agar tetap peduli terhadap sesama. Semoga tetap terjaga.


Minggu, 22 Desember 2013

Tim Enam Belas


Membuka lemari buku, sejurus kemudian terambil Buku Kecil P2KP Tim Enam Belas. Buku yang berisi tentang pengabdian 16 fasilitator yang bertugas P2KP di 10 kelurahan di kecamatan Cimanggis Kota Depok pada tahun 1999 - 2001. Terlintas, mungkin ada baiknya isi dari buku tersebut bisa di-share di website ini.

Buku Kecil Tim 16 disusun sejak 17 November 2001 dan kelar pada 31 Maret 2003. Buku berisi tentang informasi singkat data kelurahan, pengurus BKM dan data ringkas pemanfaatan BLM. Beberapa pengurus BKM menyampaikan kesan dan pesannya. Ditampilkan juga biodata seluruh fasilitator yang bertugas di kecamatan Cimanggis. Di bagian lain, terpasang 2 buah gambar pohon dan photo close-up fasilitator dengan cara di-lem. Maklum, waktu itu belum ngeh untuk pasang photo secara langsung dalam tulisan.

Beberapa kesan dari BKM, menyiratkan kesan yang asli dan tanpa rekayasa. Disebutnya bahwa P2KP rumit, mengelola dana P2KP ribed, KMW sama dengan BKM karena sama-sama masih belajar tentang P2KP, pusing menghadapi KSM yang bandel, bingung karena dibuntuti KSM yang mau pinjam, berubahnya jadwal nyuci dan ngepel gara-gara aktif di P2KP, hingga ada kesan bahwa fasilitator kurang galak.

Tapi di sisi lain, beberapa pengurus BKM juga memberikan apresiasi terhadap P2KP. Di-bilangin bahwa P2KP mengejutkan, P2KP bikin gemes,   P2KP rumit tapi bisa dijalankan, hari-hari yang menjadi rame, ilmu dan wawasan yang bertambah, dapat  mengetahui karakter masyarakat, senangnya mengetahui usaha KSM berkembang, hingga kesan positif terhadap kinerja/pendampingan yang dilaksanakan oleh fasilitator.

Lebih lengkap di :


 tim 16

Puisi dari Cicaheum

Sedikit berbagi melalui puisi. Bercerita saat es em a, kuliah, aktif di karang taruna jadi panitia agustusan, saat kuliah dan saat memasuki dunia kerja. Bercerita tentang bunga, bangku sekolah, sajadah, lebaran, bis DAMRI, ospek, kuliah kerja mahasiswa, perjuangan, Cimanggis, pemberdayaan, doa, hingga Tuhan.

lebih lengkap di :

puisi

Balada di Ruang 7


Salam buat teman-teman alumni SMAN 1 Binjai, Sumut, terutama kelas Biologi Dua lulusan Sembilan Dua dan salam hormat buat seluruh guru yang dengan ikhlas menurunkan ilmunya kepada kami.

Sebagian isi dari cerita ini adalah benar-benar adanya dan benar-benar terjadi dengan nama pelaku adalah nama alias atau nama kecil. Mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan. Sekian dan terima kasih.

Ujian semester  lagi. Anak-anak kelas Dua Biologi Dua gemas. Habis, jika ada upacara adat ini (konon sudah dilaksanakan turun temurun dan kononnya lagi dimulai sejak Khu Bilai Khan pindah ke Stabat), anak-anak terkena stres, walaupun untuk ujian ini kali diadakan hari sunyi selama tujuh hari tujuh malam.

Untuk itu, anak-anak mempersiapkan dirinya secara matang. Yang sudah rajin menghapal makin rajin...membaca komik. Pagi menghapal. Siang, sore, malam sampai pagi kembali, terus menghapal. Kian giatnya dalam menghapal, lupa dan gak ingat kalau do’i gak pernah be a be selama tujuh hari. Padahal yang dihapal sekedar just dua kata, ya dan tidak.

Lebih lengkap ikuti :



Senin, 09 Desember 2013

Nitip Sunda Ka Salira

Sunda Kiwari :
Sakeudik anu sakola di paguron luhur.
Anu nganggur seueur, langkung ti 10%.
Warga miskin 10,9%.
Jawara korupsi.
500 budaya lapur.
Seueur nu teu nganggo basa Sunda
Jawara ngirim TKW.
Ngaran daerah beuki sakeudik.
LPP 2% (Laju Pertumbuhan Penduduk).

Tanggung Jawab ka Sunda :
Teu korupsi.
Teu nyieun kawijakan anu ngarugikeun Sunda.
Sunda ulah ngan dijadikeun komoditas.
Mikanyaah rahayatna.
Ngarumat lemah caina.
Rumawat budayana.

Mangsa nu kasorang :
Mangsa katukang, mangsa nu kasorang, mangsa nu datang.
Dina kiwari ngancik bihari, anu ayeuna sampeureun jaga.
Sing saha nu ngawasa mangsa kiwari, baris ngawasa mangsa bihari.
Sing saha nu ngawasa mangsa bihari, baris ngawasa mangsa nu bakal datang.

Ngangkat harkat darajat jeung martabat Ki Sunda
Pikeun kajembaran Bangsa Indonesia.

Rabu, 27 November 2013

Karatagan Ki Sunda

Rumpaka & lagu : Ganjar Kurnia

Ieu Kuring
Kuring, lalanang Sunda
Kuring, wanoja Sunda
Mikanyaah ka rahayatna
Rek ngarumat lemah caina
Rek rumawat ka budayana

Moal rek luncat mulang
Lamun Sunda can meunang
Makalangan .... Kumelendang

Getih kuring, renghap kuring
Batin kuring, sukma kuring
Tekad kuring, lengkah kuring
pikeun Sunda
Nanjeur...nanjeur...nanjeur di Buana

ganjar kurnia